Latest Updates RSS
-
yaufani
-
yaufani
-
yaufani
Dupaq is the javanese word, that mean Kick heheh ;p

gimme your comment ya!
-
yaufani
Cerita ini adalah “kisah nyata” yang pernah terjadi di Amerika.
Seorang pria membawa pulang truk baru kebanggaannya, kemudian ia meninggalkan truk tersebut sejenak untuk melakukan kegiatan lain.
Anak lelakinya yang berumur 3 tahun sangat gembira melihat ada truk baru, ia memukul-mukulkan palu ke truk baru tersebut. Akibatnya truk baru tersebut penyok dan catnya tergores. Pria tersebut berlari menghampiri anaknya dan memukulnya, memukul tangan anaknya dengan palu sebagai hukuman. Setelah sang ayah tenang kembali, dia segera membawa anaknya ke rumah sakit.
Walaupun dokter telah mencoba segala usaha untuk menyelamatkan jari- jari anak yang hancur tersebut, tetapi ia tetap gagal.
Akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan amputasi semua jari pada kedua tangan anak kecil tersebut.
Ketika anak kecil itu sadar dari operasi amputasi dan jarinya telah tidak ada dan dibungkus perban, dengan polos ia berkata, “Papa, aku minta maaf tentang trukmu.” Kemudian, ia bertanya, “tetapi kapan jari- jariku akan tumbuh kembali?”
Ayahnya pulang ke rumah dan melakukan bunuh diri.
Renungkan cerita di atas!
Berpikirlah dahulu sebelum kau kehilangan kesabaran kepada seseorang yang kau cintai. Truk dapat diperbaiki. Tulang yang hancur dan hati yang disakiti seringkali tidak dapat diperbaiki. Terlalu sering kita gagal untuk membedakan antara orang dan perbuatannya, kita seringkali lupa bahwa mengampuni lebih besar daripada membalas dendam. Orang dapat berbuat salah. Tetapi, tindakan yang kita ambil dalam kemarahan akan menghantui kita selamanya.
Tahan, tunda dan pikirkan sebelum mengambil tindakan.
Mengampuni dan melupakan, mengasihi satu dengan lainnya.
Ingatlah, jika kau menghakimi orang, kau tidak akan ada waktu untuk mencintainya waktu tidak dapat kembali….
hidup bukanlah sebuah VCD PLAYER, yang dapat di backward dan Forward………
HIDUP hanya ada tombol PLAY dan STOP saja….
jangan sampai kita melakukan kesalahan yang dapat membayangi kehidupan kita kelak……… yang menjadi sebuah inti hidup adalah “HATI” hati yang dihiasi belas kasih dan cinta kasih…..
CINTA KASIH merupakan nafas kehidupan kita yang sesungguhnya………by Linx : mystrawberryland.blogspot.com/
-
yaufani
Kematian bagi manusia merupakan babak menuju kehidupan yang baru. Mati jasad bukanlah akhir dari perjalanan manusia. Karena jiwa tetap hidup, walau berpisah dengan raga.
Ada banyak orang yang menangisi kematian raga dan hanya sedikit orang yang menangisi kematian hati saudara atau bahkan dirinya sendiri.Sangat banyak manusia yang telah ‘mati’ sebelum mati. Hatinya telah mati mendahului raganya. Sungguh, manusia yang mati hati lebih berlipat jumlahnya dibanding korban yang meninggal dalam bencana yang baru-baru ini terjadi di negeri kita ini. Mereka tak banyak ditangisi. Padahal itulah kematian yang sebenarnya, yang semestinya lebih pantas untuk ditangisi dan bahkan harus ditangisi.
Manusia selalu berusaha lari dari kematian raga, namun sebaliknya sangat banyak manusia yang secara sadar berlari menuju kematian hatinya sendiri. Meninggalkan perintah Allah Ta’ala, melanggar laranganNya, menjerumuskan diri dalam kubangan nafsu dan pekatnya dosa.
Kita patut bersedih dengan adanya musibah yang menimpa saudara-saudara kita yang tertimpa musibah dalam bencana yang terjadi akhir-akhir ini. Namun kita juga patut bersedih atas banyaknya hati saudara kita yang mati (atau bahkan hati kita pun telah mati) baik yang ada disekeliling kita ataupun jang berada jauh dari kita. Semoga Allah menghidupkan hati kita, mengampuni dosa kita dan saudara-saudara kita dan menunjuki kita semua ke jalan yang lurus. Allahul musta’an.
taken from elfata
-
yaufani
Ngomongin orang yang berilmu (ilmu yg dimaksud ilmu agama, pengertian ini digunakan seterusnya dalam artikel ini), pasti semua orang sepakat kalo mereka lebih utama dari yang ngga berilmu. Mana ada orang yang ngga sekolah (terlepas dari dia punya pengalaman) lebih pinter dari orang yang es dua es tiga dll.
Bahkan Allah Ta’ala sendiri didalam Al Qur’an menyatakan yang artinya:
“Katakanlah (Ya Muhammad) apakah sama orang-orang yang mengetahui (berilmu) dengan orang-orang yang tidak mengetahui (jahil)?” (Az-Zumar: 9)
Ngga perlu dijawab, pasti beda donk!
Lalu kemudian, apa sih perlunya ilmu dalam hidup kita? Toh tanpa ilmupun so far so good nih pada diriku, mungkin ada yg bilang gitu. Fine2 aja tuh! Barangkali itu yg ada dalam benak kita (barangkali looh).Ilmu, tentu saja penting sekali bagi kita yang mendamba menjadi muslim yang baik, bagi yang pengen agamanya bener, tentu harus mempunyai ilmu dulu. Karna jika kita tengok perkara agama kita, semuanya ada ilmunya. Misalnya saja sholat, sholat ada ilmunya. Begitu juga puasa, wudhu, haji, dsb perkara agama ini semua ada ilmunya. Otomatis donk jika kita ingin menjadi muslim yang bener, kita harus berilmu untuk menjalankan segala kewajiban2 kita tadi.
Dengan ilmu yang kita miliki, ibadah kita bisa lebih dekat degan cara yang dilakukan Nabi kita. Ibadah kita bisa menjadi mendekati sempurna. Hal ini berbeda dengan orang yang beribadah tanpa ada dasar/ ilmunya sama sekali atau hanya sekedar ikutan tanpa mengerti apa yang dia lakukan.
Nah, jadi jelas kan pentingnya mencari ilmu? Mencari ilmu sepenting kita melakukan ibadah2 kita kepada Allah. Karna ibadah yang berkualitas adalah yang dilandasi dengan ilmu terlebih dahulu.
Ok segitu dulu ngomongin ilmunya. Moga2 kita dimudahkan untuk mencarinya dan mengamalkannya minimal untuk dirikita dan keluarga kita. Jika ada tambahan, kritikan, saran, kirimkan aja komentar kamu. Jumpa di tulisan berikutnya InsyaAllah.
-
yaufani
Dikisahkan seorang Ibu Guru taman kanak-kanak ( TK ) pada sebuah sekolah
mengadakan “permainan”. Ibu Guru menyuruh anak tiap-tiap muridnya
membawa kantong plastik transparan 1 buah dan kentang.
Masing-masing kentang tersebut di beri nama
berdasarkan nama orang yang dibenci, sehingga
jumlah kentangnya tidak ditentukan berapa ….tergantung jumlah orang-orang yang dibenci.
Pada hari yang disepakati masing-masing murid
membawa kentang dalam kantong plastik.
Ada yang berjumlah 2, ada yang 3 bahkan ada yang 5.
Seperti perintah guru mereka tiap-tiap kentang di beri namasesuai nama orang yang dibenci.
dan murid-murid harus membawa kantong plastik berisi
kentang tersebut kemana saja mereka pergi,
bahkan ke toilet sekalipun, selama 1 minggu.
Hari berganti hari, kentang-kentang pun mulai membusuk,
murid-murid mulai mengeluh, apalagi yang membawa 5 buah kentang,
selain berat baunya juga tidak sedap.
Setelah 1 minggu murid-murid TK tersebut merasa lega
karena penderitaan mereka akan segera berakhir.
Ibu Guru : ” Bagaimana rasanya membawa kentang selama 1 minggu ?”
Keluarlah keluhan dari murid-murid TK tersebut,
pada umumnya mereka tidak merasa nyaman
harus membawa kentang-kentang busuk tersebut ke manapun mereka pergi.Guru pun menjelaskan apa arti dari ” permainan ” yang mereka lakukan.
Ibu Guru : ” Seperti itulah kebencian yang selalu kita bawa-bawa
apabila kita tidak bisa Memaafkan orang lain.
Sungguh sangat tidak menyenangkan membawa kentang busukkemana pun kita pergi. Itu hanya 1 minggu.
Bagaimana jika kita membawa kebencian itu seumur hidup ?
Alangkah tidak nyamannya ….”diambil dari merenung-sejenak.blogspot.com


