yaufani
-
01:32:17 am on Januari 6, 2007 | # |
Kematian bagi manusia merupakan babak menuju kehidupan yang baru. Mati jasad bukanlah akhir dari perjalanan manusia. Karena jiwa tetap hidup, walau berpisah dengan raga.
Ada banyak orang yang menangisi kematian raga dan hanya sedikit orang yang menangisi kematian hati saudara atau bahkan dirinya sendiri.Sangat banyak manusia yang telah ‘mati’ sebelum mati. Hatinya telah mati mendahului raganya. Sungguh, manusia yang mati hati lebih berlipat jumlahnya dibanding korban yang meninggal dalam bencana yang baru-baru ini terjadi di negeri kita ini. Mereka tak banyak ditangisi. Padahal itulah kematian yang sebenarnya, yang semestinya lebih pantas untuk ditangisi dan bahkan harus ditangisi.
Manusia selalu berusaha lari dari kematian raga, namun sebaliknya sangat banyak manusia yang secara sadar berlari menuju kematian hatinya sendiri. Meninggalkan perintah Allah Ta’ala, melanggar laranganNya, menjerumuskan diri dalam kubangan nafsu dan pekatnya dosa.
Kita patut bersedih dengan adanya musibah yang menimpa saudara-saudara kita yang tertimpa musibah dalam bencana yang terjadi akhir-akhir ini. Namun kita juga patut bersedih atas banyaknya hati saudara kita yang mati (atau bahkan hati kita pun telah mati) baik yang ada disekeliling kita ataupun jang berada jauh dari kita. Semoga Allah menghidupkan hati kita, mengampuni dosa kita dan saudara-saudara kita dan menunjuki kita semua ke jalan yang lurus. Allahul musta’an.
taken from elfata